4 Jenis Kulit Hewan yang Biasa Dijadikan Bahan Tas

Kulit Hewan Bahan Tas – Sebutkan salah satu bahan utama untuk produksi tas?. Satu dari sekian banyak jawaban yang muncul dari mulut atau pikiran kamu mungkin adalah kulit asli. Ya, hal ini wajar mengingat kulit asli adalah salah satu jenis bahan produksi tas yang populer selain kulit sintetis. Kulit asli memiliki kelebihannya tersendiri, terutama soal daya tahan dan juga nilai seni yang dimiliki.

Tas dari bahan ini umumnya memiliki proses produksi yang tidak sebentar. Tidak heran juga jika hasil jadinya memiliki harga yang tinggi, dan penggunanya dapat dengan mudah memancarkan kesan elegan dan mewah yang kuat. Pada dasarnya, tas dari kulit asli ini didapatkan dari kulit hewan ternak. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bahwa kulit yang diambil sebagai bahan produksi berasal dari hewan-hewan liar dan bahkan buas.

Nah, di dalam artikel ini mimin akan menjelaskan tentang 4 jenis kulit hewan yang populer dijadikan bahan tas. Mimin akan menjelaskannya dimulai dari bahan;

1. Kulit Sapi

Kulit hewan pertama yang paling populer dijadikan sebagai bahan tas adalah kulit sapi. Adapun, kulit sapi sebagai bahan tas memiliki karakteristik yang khas. Dimulai dari bahannya yang cenderung tahan lama, tidak kaku dan fleksibel, tahan goresan dan debu, aroma khas, dan juga punya nilai jual kembali yang stabil. Tas dari kulit sapi sendiri sering menjadi primadona dikarenakan aromanya. Aroma dari tas kulit sapi ini, seperti melukiskan aura kemewahan yang kuat.

Baca Juga: Kelebihan Bahan Kulit Sapi untuk Produksi Tas

2. Kulit Domba

Jenis kulit hewan kedua yang populer dijadikan sebagai bahan tas adalah kulit domba. Sedikit berbeda dengan kulit sapi, kulit domba sebagai bahan utama produksi tas menawarkan kita akan tekstur yang lembut dan hangat. Aroma yang dihasilkan juga khas seperti aroma domba hidup. Tas yang dibuat dengan bahan kulit domba juga memiliki nilai jual yang tinggi, dan aura mewah yang kuat. Bahkan harga dari tas kulit domba rata-rata lebih mahal ketimbang tas dari kulit sapi. Biasanya dikenakan untuk mereka-mereka yang tinggal di daerah beriklim dingin.

3. Kulit Ular

Berikutnya ada kulit ular. Ya, ular bukanlah jenis hewan ternak melainkan hewan melata. Biasanya jenis ular yang dijadikan sebagai target utama untuk produksi tas bahan ini adalah ular piton. Seperti yang kita tahu, untuk bisa mendapatkan ular piton bukanlah perkara yang mudah. Bahkan mereka yang mengincarnya harus siap bertaruh nyawa. Tidak heran jika harga tas dari kulit ular ini 2x lipat lebih mahal ketimbang tas dari 2 jenis kulit hewan sebelumnya.

4. Kulit Buaya

Terakhir, ada kulit buaya. Kulit buaya sebagai bahan produksi tas memiliki corak yang khas, yakni bergerigi. Jika pada kulit ular maka coraknya akan seperti bergelombang. Untuk mendapatkan kulit buaya sebagai bahan utama produksi tas tentu bukanlah hal yang mudah. Sama seperti ular, harus ada izin yang mesti diurus terlebih dahulu sebelum menggunakan kulitnya untuk proses produksi. Karena langka dan juga proses produksi yang rumit, (karena kulit buaya yang cenderung kaku), menjadikan tas dari bahan ini memiliki harga yang selangit.

Inilah penjelasan lengkap tentang 4 jenis kulit hewan yang populer dijadikan sebagai bahan tas.

Dapatkan informasi produk berkualitas internasional dari pengrajin lokal lainnya dengan cara follow Instagram Beela.Co di @beela_co. Untuk yang berminat melakukan kerja sama dengan menjual produk grosir hasil dari tim produksi Beela.Co dengan nama brand sendiri, hubungi WhatsApp Beela.Co segera di 0895-39050-6714.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top